Strategi Sukses
Di era teknologi informasi yang berkembang pesat ini segala macam informasi
sangat mudah dan cepat untuk didapat. Hal ini sangat mempengaruhi cara-cara
berbisnis.Misalnya, konsumen begitu mudahnya mendapatkan informasi untuk
mengetahui spesifikasi maupun harga dari suatu produk.Sedangkan produsen juga
demikian, mereka begitu mudahnya melihat kemampuan bisnis pesaingnya. Hal ini
sangat berbeda ketika teknologi informasi belum berkembang pesat. Melihat
fenomena demikian, mau tidak mau para pebisnis harus meninjau kembali tingkat
keefektifan dari strategi yang selama ini diterapkan pada bisnisnya.
Untuk membantu anda
meninjau kembali strategi apa yang bisa dijadikan alternatif pada bisnis anda,
pada kesempatan ini saya akan memberikan informasi tentang beberapa strategi
bisnis yang bisa diterapkan. Setidaknya ada tiga pilihan strategi mutakhir yang
sudah beberapa perusahaan – baik perusahaan nasional maupun multinasional –
yang menggunakannya dalam berbisnis. Beberapa strategi tersebut yaitu strategi
keunggulan operasional (operational excellence), intimasi pelanggan (customer
intimacy) dan kepemimpinan produk (product leadership).
1. Strategi keunggulan operasional (operational excellence).
Strategi
ini merupakan program pengembangan bisnis menyeluruh yang mengarahkan perbaikan
dalam sistem pasok produksi menyeluruh beserta bagian-bagiannya dan
implementasinya dari bawah ke atas (bottom up).Misi dari keunggulan operasional
ini adalah membangun sistem operasional yang unggul ke dalam arteri utama
sistem pasok produksi menyeluruh, membangkitkan semangat untuk mengerjakan
sesuatu dengan lebih sederhana, lebih cerdas, lebih cepat dan menghasilkan
variasi seminimal mungkin.
Contoh dari aplikasi
strategi ini misalnya:
v pelayanan kepada
pelanggan dengan biaya terrendah;
v menghasilkan produk
pada biaya terrendah;
v meminimalkan
ketidaknyamanan dalam operasional, serta
v fokus pada manajemen
biaya dan keefektifan operasional.
2. Strategi intimasi terhadap pelanggan (customer intimacy)
Ini
merupakan salah satu strategi populer dalam mempertahankan dan membangun
loyalitas pelanggan. Mengapa? Karena “customer intimacy” bisa menghasilkan
keunggulan kompetitif dan “bottom line” yang positif bagi perusahaan. Apa yang
dimaksud dengan “customer intimacy”? “Customer intimacy” merupakan cara dalam
mengelola dan menjalin hubungan dengan pelanggan. “Customer intimacy” adalah
suatu komitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan. Untuk
dapat melakukan customer intimacy, maka perusahaan harus mengetahui seluk beluk
mengenai pelanggan, mulai dari kebiasaan, perilaku, hingga keinginan pelanggan.
3. Kepemimpinan produk (product leadership).
Strategi
ini bergantung pada struktur organisasi yang di antaranya sangat memusatkan
perhatian pada riset dan pengembangan (jika sebuah perusahaan manufaktur) atau
secara ekstrim harus banyak mengetahui tentang produk dan jasa yang sekarang
sedang dikembangkan dan dipertimbangkan di pasar. Sebagai tambahan, Departemen
Penjualan dan Pemasaran harus menjadi bagian dari proses perencanaan bisnis
untuk pelanggan mereka sehingga dapat mengantisipasi kebutuhan yang akan
datang, untuk memenuhi yang dibutuhkan, mengajari pelanggan mereka
pendekatan-pendekatan baru dan solusi untuk masalah mereka. Maka dengan
memenuhi kebutuhan pelanggan dengan produk-produk dan/atau jasa terbaik melalui
inovasi produk dan/atau jasa strategi ini akan dapat dicapai.
Berlawanan dengan struktur
organisasi yang dibutuhkan dalam strategi “customer intimacy”, “product
leadership” memerlukan sebuah organisasi yang non birokratis tetapi
sedikit lebih cepat dan cenderung oportunis. Personel cenderung diorganisir ke
dalam “matrix teams” yang lintas departemen karena struktur tipe ini memberikan
waktu respon tercepat. Pada saat yang sama, karena wewenang untuk membuat
keputusan disebar ke seluruh perusahaan, maka manajemen resiko dimonitor secara
seksama.
Ketiga strategi tersebut
di atas bisa menjadi alternatif yang dapat dipertimbangkan untuk diterapkan
pada bisnis anda. Akan tetapi, sebelum menerapkan ketiga pilihan strategi
tersebut pada bisnis anda, perlu dipersiapkan system yang ada pada bisnis anda.
Sumber : Muhammad Ansori
Tidak ada komentar:
Posting Komentar